085215115650

Ads

Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kisah Sukses Reza Nurhilman, Sang Presiden Keripik Pedas Maicih

Tak pernah terbayangkan oleh Reza Nurhilman jika perkenalannya dengan seorang nenek tiga tahun lalu menjadi awal kesuksesannya berbisnis. Pemuda 23 tahun ini menceritakan bagaimana ia bisa menemukan resep keripik singkong "setan" Maicih, yang kini menjadi perbincangan hangat di dunia maya dan tenar di kalangan anak muda Bandung.

Sekitar 2008, Reza diajak oleh seorang temannya ke daerah Cimahi dan mencicipi keripik buatan si nenek yang enggan ia sebutkan namanya. "Saya cicipin keripiknya dan memang enak," kata Reza atau biasa disebut Axl, Presiden Keripik Maicih, saat berbincang dengan Tempo di salah satu kafe di Bandung. 

Saat itu bungsu dari tiga bersaudara ini masih bekerja serabutan. Sesekali ia mengikuti pelatihan motivasi sumber daya manusia. Ia belum terpikir akan menggeluti bisnis itu. Baru pada Juni tahun 2009, Axl kembali mengunjungi rumah nenek itu. Ia melihat si nenek hanya membuat keripik pada saat-saat tertentu dan pemasarannya amat terbatas. Terlintas dalam pikirannya untuk membangun usaha menjual keripik.

"Saya menanyakan resep keripik buatannya dan nenek tidak keberatan saya juga membuat keripik dengan resep sama," ia menjelaskan.

Dengan bermodal Rp 15 juta, Axl mulai memproduksi keripik yang diberi merek Maicih sebanyak 50 bungkus per hari. Ia membuat perbedaan tingkat kepedasan dari level 1 hingga level 5. "Saya mulai ngider memasarkan keripik dengan memberikan sampel ke teman, saudara, memanfaatkan Twitter dan Facebook," katanya.

Pada 11 Februari 2010, di Paris Van Java Mall, Bandung, digelar acara trademark market. Kesempatan ini digunakan Axl untuk meluaskan pasar keripik Maicih. Ia merasa terbantu oleh berlangsungnya acara itu. Pasarnya bertambah. "Artis dan para pejabat jadi tahu dan penasaran dengan keripik Maicih," katanya. 

Nama Maicih, kata mahasiswa Manajemen Universitas Maranatha Bandung ini, diambil dari istilah dompet kecil yang suka dipakai ibu-ibu. Nama ini juga mengundang rasa penasaran konsumen karena terdengar nyeleneh. Pemasarannya dibantu oleh teman-temannya di sekolah menengah atas dan saudaranya. Walhasil, peminat keripik Maicih mulai banyak. "Awalnya karena penasaran dengan nama Maicih-nya," ucapnya.

Dalam sebulan, respons atas keripik itu mulai bermunculan. Kebanyakan mengomentari penyedap rasa yang amat dominan. "Saya langsung memperbaikinya karena enggak mau kehilangan pelanggan," ujarnya. Axl juga mulai mengenal selera pelanggan. "Lebih banyak yang suka keripik dengan kepedasan dari level 3 sampai 5," katanya. "Ada juga yang level 10, sangat pedas, tapi itu limited edition, gak diproduksi setiap hari."

Dalam menjalankan usahanya, Axl menerapkan prinsip totalitas, loyalitas, dan sinergi. Ia berharap kepercayaan pelanggan terjaga dan kekompakan tim pemasaran tetap berlangsung. Loyalitas terhadap keripik Maicih ini mendorong mereka membentuk satu komunitas yang bernama Icihers. Komunitas ini kebanyakan perempuan. Mereka amat aktif menyebarkan informasi tentang keripik Maicih.

Axl mengucapkan rasa terima kasihnya kepada kolega, saudara, dan para Icihers yang telah loyal memasarkan keripiknya. "Sehingga semakin banyak orang yang 'tericih-icih' (istilah ketagihan keripik Maicih)," ujarnya. 

Namun bukan berarti perjalanan bisnis Axl selalu berjalan mulus. Pada November tahun 2010, keripik Maicih tidak diproduksi akibat kurangnya alat penggorengan yang masih memakai tungku. "Pelanggan makin banyak tapi kapasitas penggorengan kurang," kata dia. Selama sebulan ia harus memperbaiki tunggu itu.

Saat ini dalam sehari ia bisa memproduksi 2.000 bungkus. "Selalu habis," ujar Axl. Ia berencana akan menambah jumlah produksi mencapai 10 ribu bungkus per hari. Axl, yang berasal dari keluarga ekonomi kurang mampu, tak menyangka usahanya bakal sesukses ini. Saat ini omzet penjualan keripik Maicih dalam sehari mencapai Rp 22 juta dan dalam sebulan bisa mencapai 7 milyar. Harga keripik dibanderol antara Rp 11 ribu dan Rp 15 ribu untuk luar Bandung.

Pelanggan di luar Bandung juga bisa memesan Maicih melalui sistem online di ngiderngiler.com. Dalam waktu dekat, Axl juga akan membuat wardrobe Maicih berupa kaus dan merchandise. "Saya ingin Maicih menjadi ciri khas Jajanan Bandung," kata dia.

http://inspirasisuksesmulia.blogspot.com/2013/01/kisah-sukses-reza-nurhilman-sang.html

Rendah Diri Menyebabkan Otak Menciut


Judul diatas bukan hanya dalam arti kiasan tetapi juga dalam arti sebenarnya secara harfiah. Dari sebuah sumber (BBC) disebutkan bahwa dalam sebuah konferensi di Royal Society di London, ditemukan bahwa otak orang yang rendah diri seperti menciut dibandingkan dengan orang yang memiliki rasa percaya diri.

Dr Sonia Lupien dari McGill University di Montreal, menyurvei 92 warga senior selama lebih dari 15 tahun dan mempelajari hasil pemindaian (scan) otak. Dia menemukan bahwa otak yang dimiliki oleh orang yang rendah diri sampai seperlima dari orang yang memiliki rasa percaya diri. Orang-orang yang rendah diri tersebut mendapatkan nilai yang buruk saat diuji ingatan dan pembelajaran.

Kabar baiknya, ada cara untuk mengembalikan ukuran otak manusia. Ukuran otak manusia bias kembali ke normal jika di kembali percaya diri. Menurut Dr Felicia Huppert dari Cambridge University - cara mengembalikan cukup mudah dengan cara memfokuskan pembicaraan pada hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari dan menikmati momen yang menyenangkan pada saat hidup ini terasa sulit.

Otak adalah anugrah dari Allah yang sangat berharga, sungguh sayang jika kita menyia-nyiakan otak ini dengan cara merasa rendah diri. Apakah Anda rendah diri? Ada beberapa cara untuk mengevaluasi apakah Anda termasuk rendah diri atau tidak. Hal yang paling utama ialah saat Anda menginginkan sesuatu atau melakukan sesuatu Anda tidak berani mencapainya.

Namun jangan sedih, jika Anda termasuk orang yang rendah diri atau menemukan orang yang Anda sayangi merasa rendah diri, masih ada cara yang bisa ditempuh untuk mengembalikan kepercayaan diri.

Diatas disebutkan caranya ialah dengan fokus membicarakan hal-hal yang positif dalam kehidupan sehari-hari. Anda bisa melakukannya sekarang juga atau mengajarkan kepada orang yang rendah diri. Insya Allah rasa percaya diri akan segera kembali.

Untuk mengembalikan rasa percaya diri tidaklah memerlukan waktu lama. Saya pernah mengadakan pelatihan "Percaya Diri dalam Sehari", dan hasilnya luar biasa para percaya langsung mendapatkan kepercayaan diri setelah pelatihan selesai. Alhamdulillah, Anda juga bisa.   


Oleh Rahmat




www.motivasi-islam.com             

Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.

http://iphincow.com/2013/03/02/kisah-semut-dan-lalat/#more-586

Belajar dari Kungfu Panda

Kung Fu Panda merupakan salah satu film animasi garapan Dreamworks, sangat menghibur dari segi cerita, musik, maupun animasinya. Yang paling berkesan dari film tersebut sebenarnya isi atau pesan dari keseluruhan cerita. Di dalamnya banyak sekali teladan sikap untuk meraih keberhasilan dan hidup lebih baik.Tokoh utama dalam film tersebut adalah seekor panda bernama Po, bertubuh gemuk karena doyan makan, penuh semangat tetapi sedikit ceroboh dan sangat menyukai bela diri kung fu. Meskipun sibuk membantu ayahnya mengelola sebuah restoran mie yang terkenal kelezatannya, ia sangat terobsesi untuk menguasai bela diri kung fu. Po sangat antusias dalam menyaksikan turnamen kung fu yang akan diselenggarakan di kotanya.Ketika menaiki tangga Po mengalami kesulitan karena tubuhnya yang gemuk. Dengan nafas terengah-engah ia terus mencoba menapaki tangga satu per satu hingga sampai ke puncak. Kegigihan sikap Po membuat master Ogway terkesan lalu memilihnya sebagai Dragon Warrior (Pendekar Naga). Po tentu saja senang bukan kepalang mendapatkan kesempatan tersebut.Master Shifu, yaitu penerus master Ogway, justru kecewa terhadap pilihan master Ogway. Master Shifu menyayangkan pilihan itu bukan diberikan kepada salah satu diantara ke-5 muridnya. Dari sanalah tantangan bermula, karena master Shifu terus berusaha menyingkirkan Po dari perguruan.Po sangat sedih karena merasa dirinya tidak disukai master Shifu dan ke-5 muridnya. Suatu saat master Ogway mendekati Po dan berkata, “Yersterday is a history, tomorrow is a mystery but today is a gift, that is why it is called the present.” – Semalam adalah sebuah sejarah, besok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah anugerah. Itulah mengapa hari ini dinamakan present atau hadiah.” Po mengerti maksud ucapan master Ogway agar dirinya menghargai kesempatan yang sudah dapatkan saat itu dan mengabaikan hal-hal negatif di sekelilingnya, termasuk kebencian master Shifu.Nasehat tersebut benar-benar dilaksanakan oleh Po. Ia berusaha mengambil hati master Shifu dan ke-5 rekan lainnya dengan selalu bersikap riang, senang melucu, dan kepandaiannya memasak. Tetapi master Shifu masih berkeras hati. Ia bersedia melatih Po karena mendapat amanat atau perintah master Ogway sebelum meninggal dunia.Semangat Po berlatih kung fu sangat luar biasa. Ia senang belajar kung fu bersama idolanya yaitu si monyet. Proses latihan lambat laun membentuk Po menjadi pendekar kung fu handal, bahkan ia mampu menekuk lutut Tai Lung yang nyaris menghancurkan desa mereka, Happy Valley.Sikap Po membawa pesan untuk kita teladani. Walaupun dirinya merasa tidak disukai, tetapi Po tetap berusaha bersikap sebaik mungkin. Ia menyingkirkan egoisme jauh-jauh, sebab ia tidak ingin melepaskan kesempatan emas yang sudah ada di tangannya. Terbukti sikap Po yang mengabaikan gelembung-gelembung emosi negatif sangat membantu dirinya merebut hati tokoh lain dan konsisten berusaha meraih impian sebagai Dragon Master.Lebih lanjut dikisahkan Po berhasil menjadi Dragon Master, dan ia berhak membacaSacred Scroll (surat wasiat) yang ada di perguruan kung fu tersebut. Tetapi Po mendapati tidak ada satupun huruf tertera dalam kitab tersebut. Tentu saja Po kecewa dan merasa kehilangan harapan. Sehingga ia memutuskan kembali membantu ayahnya mengelola restoran mie.Suatu saat ayah Po membisikkan resep rahasia kelezatan mie mereka. “There is no secret recipe. To make something to be special, you just have to believe it is special. – Tidak ada resep rahasia. Untuk menjadikan sesuatu menjadi spesial maka Anda harus yakin sesuatu itu spesial,” bisik ayahnya. Po terperanjat sekaligus terinspirasi bahwa kitab naga itu memang kosong, tetapi dirinya harus optimis mampu mengalahkan musuh yang sudah menanti.Apa yang dapat kita petik dari sepenggal bagian kisah tersebut? Sebuah pelajaran bahwasanya memang tak ada rahasia khusus untuk meraih kesuksesan. Masing-masing diantara kita mempunyai potensi, kekuatan dan keunikan tersendiri. Hanya dengan sedikit ketekunan menjalani proses, kemauan memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik serta keyakinan, maka seluruh potensi di dalam diri kita baru akan menjelma menjadi prestasi yang mengagumkan.Lebih lanjut dikisahkan master Shifu meragukan kemampuan Po, karena ia terlalu gemuk. Ia tidak yakin dapat melatih Po menjadi pendekar Kung Fu. Tetapi dengan bijak Oog way berkata, “There is no accident. You just need to Believe! – Tak ada sesuatu yang kebetulan. Kamu hanya perlu percaya.”Master Shifu kemudian yakin dapat melatih Po menjadi pendekar hebat. Master Shifu faham Po akan termotivasi belajar keras jika ada makanan. Shifu berhasil melatih Po sampai benar-benar menjadi pendekar hebat karena ia memanfaatkan kelemahan Po yang doyan makan.Pada segmen kisah tersebut kita dapat belajar bahwa keyakinan merupakan salah satu kunci keberhasilan. Karena keyakinan membuat kita lebih berani menghadapi tantangan dan terus melangkah, tidak menyerah karena kekurangan melainkan menjadikan kekurangan tersebut sebagai kekuatan. Kesuksesan bisa kita peroleh tentu bukan karena faktor kebetulan, melainkan dikarenakan serangkaian tindakan yang pantang menyerah hingga ke titik kesuksesan tersebut.Sementara itu, dukungan keluarga tentu sangat penting menunjang keberhasilan seseorang. Bagian kisah Kung Fu Panda mengilustrasikan ayah Po sebagai sosok orang tua teladan. Bukan hanya karena kesederhanaannya saja, melainkan dukungan, perhatian dan kasih sayangnya yang sangat besar.Hal itu terlihat dari caranya menyambut kepulangan Po, sikap maupun kalimat-kalimat positif yang terlontar. Sehingga Po terinspirasi tentang makna kitab yang kosong sekaligus termotivasi lagi. Bagian kisah ini cukup menggugah saya untuk mengoreksi diri apakah sikap dan tutur kata saya sebagai orang tua sudah cukup memberikan keteladanan, kasih sayang dan semangat bagi putra dan putri tercinta agar mereka menjadi generasi berkualitas dan memiliki moralitas?Film tersebut sangat patut Anda saksikan, karena mengandung begitu banyak pesan positif agar kita dapat hidup lebih baik dan sukses. Salah satu diantaranya adalah hidup lebih baik harus diusahakan melalui serangkaian upaya, mulai dari impian, kemampuan mengendalikan emosi, bekerja dengan keras, cerdas dan ikhlas, sekaligus memperbaiki diri dan meningkatkan semangat. Tak baik hanya berangan apalagi menunggu, karena sekaranglah saat paling tepat untuk segera bekerja mengeksplorasi semua hal terbaik di dalam diri Anda.sumber :*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com

Paling berat di dunia adalah MEMEGANG AMANAH

Teringat kisah hikmah tentang Nasehat Imam Al Ghazali kepada murid-muridnya. Saat itu, Imam Al Ghazali sedang berkumpul dalam sebuah majelis bersama murid-muridnya dan kemudian beliau pun mulai mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka. Salahsatu pertanyaan yang beliau tanyakan kepada muridnya adalah, “Apakah hal yang paling BERAT di dunia ini?”

Para murid pun menjawab, ada yang menyebutkan Baja, ada yang menyebutkan Besi, ada juga yang menyebutkan Gajah. Lalu Imam al-Ghazali lalu menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar namun berdasarkan pengetahuan beliau yang paling BERAT di dunia ini ternyata adalah “MEMEGANG AMANAH”.

Amanah adalah segala sesuatu yang mewajibkan kita untuk menunaikannya. Amanah dapat berupa kepercayaan orang, berupa barang-barang titipan, juga perintah Allah SWT yang berkaitan dengan perintah serta larangan-Nya. Hadirnya kita di dunia pun merupakan bagian dari amanah, agar kita dapat menjadi khalifah yang mampu memakmurkan bumi ini.

Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an bahwasanya Allah SWT pernah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung untuk mengelola bumi dan segala isinya, namun semuanya enggan karena khawatir akan berkhianat. Hingga amanah itu diberikan kepada manusia.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al Ahzab 72).

Menjadi Pemimpin itu Amanah

Menjadi Pemimpin itu AmanahMenjadi pemimpin dan memiliki sebuah jabatan mungkin merupakan impian semua orang. Sayangnya mayoritas orang justru menjadikan amanah sebagai ajang rebutan, khususnya jabatan yang menjanjikan lambaian rupiah (uang dan harta) dan kesenangan dunia lainnya. Terbukti, pada hari ini bisa kita lihat, manusia malah berlomba-lomba dan rela berkorban harta dan jiwa untuk menjadi pemimpin atau memegang jabatan agar nantinya bisa menguasai hajat hidup banyak manusia.

Bukan berarti tidak boleh, justru untuk hal yang menyangkut urusan banyak umat muslim alangkah lebih baik jika diatur dan dikuasai juga oleh umat muslim. Yang menjadi tidak boleh adalah ketika kita berambisi sehingga sangat menginginkan jabatan (amanah) tersebut.

Bagi orang yang beriman dan  paham, tentu tidak serta-merta menginginkan apalagi berambisi menginginkan sebuah amanah jabatan. Karena ia tahu, kelak di hari kiamat amanah kepemimpinan itu bisa jadi akan menjadi sebuah penyesalan. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya kalian akan berambisi merebut jabatan, dan nanti pada hari kiamat jabatan-jabatan itu akan menjadi penyesalan.” (HR. Bukhari)

Dalam Kitab Riyadhush Shalihin yang disusun Al Imam Nawawi pun terdapat bab khusus yang isinya mengenai hadis-hadis tentang “Larangan meminta jabatan kepemimpinan dan memilih untuk meninggalkan jabatan tersebut jika ia tidak pantas untuk memegangnya atau meninggalkan ambisi terhadap jabatan”.

Sebagaimana nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang pernah memberi nasehat kepada Abdurrahman bin Samurah : 

“Hai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta jabatan karena apabila kamu diberi jabatan tanpa meminta, maka kamu akan ditolong dalam melaksanakannya dan apabila kamu diberi karena meminta maka pelaksanaan jabatan itu sepenuhnya diberikan kepadamu.” (HR. Muslim)

Waspada Memegang Amanah

Sejatinya kesanggupan untuk memikul tanggunAmanahg jawab berat ini diatas pundak adalah tindakan membahayakan diri sendiri. Karenanya manusia adalah makhluk yang mendzolimi dirinya sendiri dan jahil, tidak tahu kemampuannya sendiri. Bahkan ketika Sahabat Nabi, Abu Dzar ra. menanyakan mengapa Rasulullah SAW tidak memberikan jabatan kepadanya, beliau melakukannya karena beliau SAW sayang terhadap Abu Dzar ra. dan mengetahui bagaimana karakter Abu Dzar ra.

Diriwayat dari Abu Dzar Al-Ghifari. Ia berkata : “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau menjadikanku sebagai pemimpin?”

Mendengar permintaanku tersebut beliau SAW. langsung menepukkan tangannya di atas pundakku kemudian bersabda :

“Ya Abu Dzar, sesungguhnya engkau ini lemah dan jabatan itu amanah, pada hari kiamat ia akan menjadi penghinaan dan penyesalan kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan hak jabatan yang menjadi kewajibannya.” (HR. Muslim)

Dengan begitu banyak urusan kaum muslim, sudah seharusnya kekuasaan untuk mengurus urusan tersebut dipegang oleh umat muslim juga. Namun bukan berarti kita harus menyusun strategi agar dapat menjadi pemimpin. Yang seharusnya kita lakukan adalah menyusun strategi untuk terus meningkatkan kapasitas diri kita pribadi, agar kita menjadi orang muslim yang kuat dan siap jika sewaktu-waktu amanah itu Allah SWT titipkan kepada kita. Kita pun bukan mengambilnya dengan ambisi akan tetapi kita mengambilnya dengan hak dan terus berusaha untuk menunaikan kewajiban sesuai konsekuensi atas jabatan tersebut.

Wallahu’alam.

http://motivasi-inspirasi.net/2013/07/23/menjadi-pemimpin-itu-amanah/

Swalayan Tanpa Rokok : Kisah Pamella, Pemilik 8 Supermarket yang Sukses Meski Tak Jual Rokok

Bagi warga Yogyakarta, nama Pamella sudah tidak asing di telinga. Swalayan kondang ini memiliki tujuh cabang di berbagai penjuru kota Yogyakarta. Nah, salah satu ciri khas dari supermarket ini ialah tidak menjual rokok.

"Swalayan saya sudah nggak menjual rokok lagi," tutur Noor Liesnani Pamella, atau yang sering disapa Pamella, wanita kelahiran 1955 yang merupakan pendiri sekaligus pemilik Pamella Swalayan Supermarket.

Tak ada yang menyangka jika supermarket besar miliknya itu awalnya hanyalah warung kecil berukuran 5x5 meter yang ia dirikan bersama suaminya, Sunardi Syahuri. Tapi berkat usaha dan ketekunannya, bangunan kecil itu semakin berkembang hingga kini memiliki tujuh cabang.

Sekitar 11 tahun yang lalu, tepatnya pada April 2003, Pamella memutuskan untuk tidak menjual rokok di supermarket-supermarket miliknya. Sebelumnya ia sempat ragu lantaran omzet penjualan rokok tak sedikit, yakni 2% dari total omzetnya. Di sisi lain, ia juga sangat menikmati berbagai keuntungan yang didapat dari penjualan rokok.

Tetapi bujukan dari sang buah hati agar ia berhenti menjual rokok mulai menggoyahkan keteguhan Pamella. Hal itu ditambah lagi dengan maraknya peringatan dalam iklan rokok yang kala itu mulai banyak terpampang di penjuru Yogyakarta. Dalam iklan itu, disebutkan bahwa merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti kanker, serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin.

"Saat itu mulai marak (peringatan) iklan rokok yang berbunyi merokok menyebabkan berbagai penyakit. Saya berpikir, kalau saya jual rokok, berarti saya memberi kontribusi penyakit," tuturnya ketika ditemui detikHealth di kantornya yang terletak di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, dan ditulis pada Kamis (22/5/2014).

Ditambah dengan berbagai ceramah keagamaan yang didengarnya kala menunaikan ibadah haji di Mekah, pendirian Pamella untuk mempertahankan penjualan rokok pun runtuh. Ia menceritakan, kala itu ia selalu mendengar bahwa rokok bersifat haram, membahayakan kesehatan, menyengsarakan, serta menyakiti orang lain.

Setelah mendatangi ekonom untuk berkonsultasi, ia lantas meneguhkan hati untuk berhenti menyesap keuntungan dari penjualan rokok. Maret 2003, ia menghentikan suplai rokok di supermarketnya. Satu bulan kemudian, ketika masih ada rokok yang tersisa, ia memintanya untuk dimusnahkan. Dan akhirnya sejak 1 April 2003, secara resmi rokok tak lagi terpampang di swalayan-swalayan milik Pamella.

Berhenti jualan rokok tak membuat bisnis Pamella menjadi buntung. Hal tersebut terbukti dengan didirikannya cabang baru yang belum didirikan pada tahun 2003 yakni Pamella 8. Bahkan, bisnisnya juga merambah ke bidang lain, yakni Pamella Beauty Centre, Pamella Futsal, dan SPBU.


http://health.detik.com/read/2014/05/22/080104/2589093/763/kisah-pamella-pemilik-8-supermarket-yang-sukses-meski-tak-jual-rokok?991104topnews

JAUHKAN DARI PINJAM BANK DAN KARTU KREDIT

Inilah Orang terkaya no 4 di dunia tahun 2013, Warren Buffet memberi nasehat: 

"Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berinvestasilah dengan apa yg kau miliki, serta ingat :

1. Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.

2. Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.

3. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.

4. Jangan memakai merk, pakailah yang benar˛ nyaman untukmu.

5. Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.

6. With money:
You can buy a house, but not a home.
You can buy a clock, but not time.
You can buy a bed, but not sleep.
You can buy a book, but not knowledge.
You can get a position, but not respect.
You can buy blood, but not life. So find your happiness inside you.

7. Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.

"Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur"

Semoga bisa menjadi orang yang berkelimpahan. Berlimpah iman, ilmu, amal, harta dan manfaat untuk sesama. Aamiin.

*Silahkan diaminkan, semoga Allah mengabulkan
*Silahkan dibagikan/share. Moga bermanfaat

https://www.facebook.com/148795011831849/photos/a.187320034646013.42864.148795011831849/695713170473361/?type=1&theater

Semut Kecil nan terlihat Besar

Dik, nampaknya senyuman mu yang dulu seperti tertelan zaman. Tak lagi ku jumpai dikala kita berpapasan. Ada apa gerangan? gundah? sedang mengalami turunnya iman? atau sekedar diam tuk menutupi kekecewaan?. Tak usah berpangku dan bermuram wajah seharian hanya karena kerjaanmu tak dapatkan imbalan, atau bahkan baru gagal di tengah jalan.

Dik lihatlah, SEMUT-semut nampak gagah di ujung dahan. Angannya pun tetap menjulang ke langit BIRU di kota JOGJA ini. Ia ada bukan sekedar menjadi serangga KECIL yang hanya sibuk menari-nari di pelupuk angan. Ibarat JARUM, ia akan tetap kokoh menyulam alotnya serat jahitan. Mereka buta Dik, tapi Tak perlu KACAMATA tuk tetap terjaga dalam rapatnya barisan. Tatkala dahan itu tumbang, tak perlu waktu lama tuk bisa temukan kawanan. Sebuah kesetiaan dalam koloni yang murni, peduli dan suci seputih KERTAS satu tumpukan.

Alangkah munafiknya diri ini jika menganggap mereka lemah. Mereka paham akan MATEMATIKA kehidupan Dik, bahwa satu kawanan dengan yang lainnya berada pada kurva yang saling beririsan. Apa Kamu tahu Dik? semut tak kenal Ms.EXCEL untuk membuat suatu formula (fungsi) dalam merumuskan rapihnya barisan. Mengeluh bukanlah satu pilihan. Manakala keluhanmu itu menciptakan dinding kokoh zona aman, keluarlah Dik ! Bebaskan!.
Belajarlah dari sang Kembang, yang akan tetap merekah indah untuk menebus kegagalan mereka yang pernah gugur di kala siang. Kala ia tercecer, tak banyak yang pedulikan. Ia pun berjuang tuk menggantikan. Kumbang nan gagah mengecupmu tuk berpacu dari Kupu-kupu lain yang berkeliaran. Menyenangkan bukan?

Lantas kenapa engkau masih tetap terdiam? Pohon kelapa takkan terlihat tinggi jika tak kau daki. Bahkan matahari takkan temaram jika tak ada Bulan. Bintang pun begitu, kegelapan akan menyibak pesona keperakan. Ingat papilla lidah kan? tercipta Manis karena pahit di ujung tak diharapkan. Begitu pula perjuangan menuju sukses Dik, tak akan tercicip jika tak kita endus duluan ihwal seonggok “kegagalan”.

Tetap pupuk solidaritas dan kekompakan Dik. Jagalah agar tetap terhubung satu sama lain, ambil filosfi sang MODEM, tetap berkedip tuk menandakan bahwa kamu masih bergerak, bahwa kamu tetap menguatkan dan kamu tetap terkoneksi untuk terus membuka cakrawala perjuangan !!

By Ludiana Septi S : Seorang pembelajar hidup, berusaha menjadi manusia yang berguna bagi sesama | FKAPMEPI DIY | FLP Yogyakarta

http://ludianass.wordpress.com/2013/03/06/semut-kecil-nan-terlihat-besar/

Si Pungguk Merindukan Bulan

Ketika sang pungguk merindukan bulan, tak terbesit keinginan hati untuk menyadarinya bahwa diri ini memang belum mampu. Bersikeras ia meraih, tapi apa daya, memang bumi ini hanya secuil dari galaksi yang menyatukan kita. Egkau sungguh menawan di kejauhan sana, ia pandangi ditiap kesempatan ia bisa memandangnya. Tapi apa daya, lagi lagi si pungguk merindukan bulan. Berjuta juta mil dalam dimensi ruang dan waktu menjadi pembatas mereka. Bulan nampak elok diatas singgasana yang baginya tak kan mampu untuk mendatangimu. Berpuluh pintu membentengi kau.Mencoba mengimbangimu bukanlah solusi. Karena menjadi orang lain itu bukan pilihan. Naas memang, kemunafikanlah yang diperoleh. Sungguh tanda orang munafik itu tiga, jika berkata dusta, jika berjanji mengingkari, dan jika dipercaya berkhianat. Sekalipun kau mencoba mendustai dirimu, seterusnya akan terpersepsi untuk menjadi bohong lagi, sekalinya kamu dusta, sulit pula dirimu untuk memperoleh kepercayaan, pun janji itu adalah hutang.

Ya Rabb, sungguh munafik diri ini jika mengaku bahwa aku yang paling hebat, sungguh rendah diri ini jika tiap dentang kehidupan selalu merasa paling mampu. Akan tetapi, tak selamanya si pungguk yang merindukan bulan merasa kecewa. Dia bangga, dia memiliki satu mimpi dan keinginan yang luar biasa tak terbentung lewat akal dan pikirannya. Tapi ! bukan dengan merubah dirinya menjadi orang lain, bukan ! bukan iitu!. Sekali lagi menjadi orang lain bukan pilihan. AKU ubah si pungguk yang lemah ini menjadi seorang yang berdaya juang tinggi. Bulan memang jauh, bulan memang menawan. Tapi nyatanya aku tertipu. Kau suguhkan keindahanmu diluar tapi tatkala aku mampu untuk menyambangimu, kamu tak seindah harapan-harapan yang kamu berikan di kejauhan, kau nampak pucat, kau ternyata lemah sepertiku. bahkan sinarmu yang selama ini terpancar, hanya sebuah refleksi dari makhluk lalin yan lebih hebat darimu, tak pantaslah kau sombong denganku seperti itu. Bulan, walaupun si pungguk ini tak ada artinya bagimu, tapi aku bangga. Aku memang bangga bahwa untuk kedua kalinya, menjadi orang lain itu bukan pilihan. Aku mengerti sekarang, kamu bukan jodohku, kamu bukan tulang rusukku dan aku bukan tulang punggungmu. Sungguh wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik.

—Demikian sahabat, sebuah refleksi diri untuk menjadi lebih termotivasi. Bahwa diri kita sudah ditakdirkan seperti sekarang. Tapi ini bukan alasan kita untuk menyerah pada keadaan, bukan ! justru dengan kita tahu siapa diri kita yang sebenarnya, kita akan selalu berusaha memperbaiki kerumpangan pada bagian tertentu, senantiasa meng-upgrade diri dengan keimanan, dengan memperbaiki ibadah2 kita, Allah maha adil seadil2nya pada setiap umatnya, karena “Rencana Allah lebih baik dari rencana manusia, Ia lah yang maha tahu atas segala yang ada di bumi dan di langit”.

ABOUT LUDIANASS

seorang pembelajar hidup, berusaha menjadi manusia yang berguna bagi sesama | FKAPMEPI DIY | FLP Yogyakarta

http://ludianass.wordpress.com/2013/02/17/si-pugguk-merindukan-bulan/

10 Hal Anda Bersiap Pindah Kerja

Rata-rata jam kerja pegawai kantoran adalah 8 hingga 9 jam. Artinya, setiap hari, Anda menghabiskan sepertiga hidup Anda di kantor. Sia-sia sekali rasanya jika waktu sebanyak ini dihabiskan dengan mengeluh dan berbagai hal lain yang membuat Anda tak bahagia. Mungkin sudah saatnya Anda mengundurkan diri dan pindah kerja ke perusahaan lain, atau jadi pengusaha?

Jika Anda mengalami 10 hal berikut ini, tandanya Anda memang harus segera mengucap selamat tinggal pada rekan kerja.


1. Anda begitu membenci hari Senin
Merasa sedih saat weekend berakhir dan Senin kembali datang itu hal yang wajar. Tapi jika Anda membayangkan masuk kantor, bekerja, bertemu bos, bertemu rekan kerja, dan semua yang akan terjadi hari Senin, lalu Anda merasa muak, takut, bahkan stres, artinya Anda memang tak ingin berada di sana. Mungkin Anda hanya bertahan hanya demi punya pekerjaan? Tapi untuk apa menyiksa diri dan menghabiskan sepertiga hidup Anda di tempat yang Anda benci, sementara banyak orang lainnya yang menikmati pekerjaan mereka?

2. Anda bekerja tak dengan hati
Pekerjaan yang ideal adalah saat kita mengerjakan apa yang kita cintai. Memang tak semua orang seberuntung itu, tapi jika Anda mencintai pekerjaan Anda, melakukan aktivitas sehari-hari di kantor pun tak akan terasa berat. Bahkan jika pekerjaan Anda berat, Anda masih bisa bersenang-senang di kantor. Namun jika Anda mulai merasa terpaksa, atau bahkan benci, mengerjakan tugas di kantor, sampai Anda mencari-cari alasan untuk tak masuk kantor, untuk apa dilanjutkan?

3. Hubungan dengan bos tidak baik
Bos galak itu biasa. Yang harus diwaspadai adalah jika hubungan Anda dengan bos lebih buruk dibanding hubungan bos dengan rekan-rekan kerja Anda. Merupakan pertanda buruk pula jika Anda sampai harus menyelesaikan masalah Anda dengan bos lewat atasan bos Anda, atau lewat departemen SDM (HRD).

4. Kemampuan Anda tak dianggap
Anda lulusan S2 manajemen, namun di kantor ini Anda hanya diberi tugas mengerjakan hal-hal remeh. Berkali-kali Anda meminta naik jabatan atau diberi tanggung jawab lebih, namun permohonan itu tak pernah digubris. Jangan sia-siakan bakat dan potensi Anda untuk perusahaan yang tak menghargainya.

5. Masa depan perusahaan Anda tak jelas
Perusahaan Anda terlilit utang, beberapa departemen ditutup, sejumlah besar karyawan diberhentikan, gaji sudah tak dibayarkan selama dua bulan. Jika perusahaan diibaratkan perahu, segeralah Anda menyelamatkan diri sebelum ikut tenggelam.

6. Prinsip Anda dan perusahaan tak sejalan
Anda adalah orang yang sangat mencintai lingkungan, namun Anda bekerja di perusahaan yang dikenal suka mencemari lingkungan. Awalnya mungkin Anda masih bisa berkompromi, tapi jika hal ini tetap mengganggu Anda dan bahkan membuat Anda stres, carilah perusahaan lain yang sejalan dengan prinsip Anda.

7. Gaji Anda tak memadai
Biasanya fresh graduate alias yang baru lulus kuliah dan memiliki nol pengalaman masih mau menerima pekerjaan dengan gaji di bawah standar. Tapi itu pun seharusnya disertai catatan bahwa dalam setahun atau dua tahun akan ada kenaikan gaji. Jika usia Anda sudah lebih dari 27 tahun dan Anda masih digaji di bawah standar, padahal pekerjaan yang sama di perusahaan lain gajinya berkali lipat, saatnya Anda cari kesempatan lain. Tentu saja ini berlaku jika permintaan Anda untuk naik gaji tak pernah digubris.

8. Anda tak suka rekan-rekan kerja Anda
Pekerjaan yang berat akan terasa ringan dan menyenangkan jika dikerjakan bersama orang-orang yang Anda cintai. Bahkan rekan-rekan kerja bisa jadi alasan kita untuk bersemangat berangkat kerja di hari Senin. Tapi jika Anda tak punya teman dekat di kantor, atau sama sekali tak bergaul dengan mereka karena merasa tak cocok, makan siang selalu sendiri, rekan-rekan kerja memperlakukan Anda dengan tidak baik, dan Anda sering terlibat pertengkaran dengan rekan kerja, saatnya ucapkan selamat tinggal pada mereka.

9. Anda makan gaji buta
Yang Anda lakukan di kantor sebagian besar adalah browsing di internet yang tak berhubungan dengan pekerjaan, lalu nongkrong, lalu ngobrol-ngobrol dengan rekan kerja, dan tak mengerjakan apapun. Enak memang, karena Anda tetap digaji meskipun Anda tak berkontribusi. Tapi ini artinya Anda "tak dianggap" oleh perusahaan. Anda produktif atau tidak, perusahaan tak peduli. Bahkan mungkin Anda tak masuk kantor pun tak ada pengaruhnya bagi keseluruhan alur kerja perusahaan. Waspadalah, bisa-bisa Anda didepak dari perusahaan karena larut dalam perilaku "makan gaji buta" ini.

10. Anda masih mencari-cari lowongan pekerjaan di tempat lain
Tak ada salahnya mencari tahu peluang dan kesempatan apa yang ada di luar sana. Namun jika sebagian besar waktu Anda dihabiskan dengan mencari lowongan kerja di internet, atau setiap bertemu teman Anda selalu berkata, "Ada lowongan nggak, di kantormu?", artinya Anda memang benar-benar ingin keluar dari perusahaan Anda. Ikutilah kata hati itu.

https://id.she.yahoo.com/10-tanda-anda-harus-pindah-kerja.html

11 HAL YANG HARUS KAMU INGAT SEBELUM MENGELUH

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu. Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

ﻓﺒﺄﻱ ﺍﻻﺀ ﺭﺑﻜﻤﺎ ﺗﻜﺬﺑﺎﻥ
(Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustai ??)

Maka bersyukurlah..
Alhamdulillahi Rabbil’alamiin.. 

sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=254446518055277&set=a.105120099654587.12456.105046976328566&type=1

Keluar dari Zona Nyaman

Di dalam sebuah lingkup kerja, mungkin Anda pernah menemukan beberapa karyawan yang sudah bertahun-tahun bekerja namun posisinya selalu sama dengan pertama kali masuk kerja – atau perubahan tidak signifikan. Lalu suatu kali, ada karyawan baru yang masuk ke perusahaan dan dalam waktu beberapa tahun, ia menempati posisi yang lebih dari karyawan lama. Karyawan lama mungkin merasa kesal dengan prestasi karyawan baru. Tapi apakah ia tahu apa proses yang sudah dialami oleh si karyawan baru agar posisinya bisa lebih darinya?

Terkadang manusia merasa aman dan cukup puas ‘ah, saya sih enaknya seperti ini saja’ dengan posisinya sekarang. Jika ada orang lain yang dengan cepat dapat menempati sebuah posisi di atas posisinya, manusia tidak akan suka tanpa mau proses yang dihadapi si orang lain. Mungkin diantara mereka ada yang takut untuk keluar dari pekerjaan yang sekarang dan enggan mencari pekerjaan baru di luar, dengan alasan takut tidak mendapatkan pekerjaan atau pekerjaan yang baru tidak akan sebaik pekerjaan yang sekarang. Mereka takut mengambil resiko yang berada di luar zona nyamannya.

Apa itu zona nyaman (comfort zone)? Menurut Alasdair White (2008), zona nyaman adalah aktivitas mental dimana seseorang menjaga dirinya dari rasa cemas dengan menggunakan perilaku-perilaku untuk menciptakan performa yang stabil, dan biasanya tidak ada keinginan untuk mengambil resiko. Zona nyaman ini sulit diukur karena zona nyaman setiap orang itu berbeda. Dalam kasus di atas, orang tidak mau keluar dari zona nyaman karena mereka takut untuk mengalami kegagalan sehingga mereka memilih berada di dalam zona dan tidak beranjak kemana-mana.

Zona nyaman bisa diperluas dengan pengalaman baru walau terkadang prosesnya tidak mudah dan mungkin menyakitkan. Orang harus merasakan jatuh dan bangun dahulu untuk memperluas zona ini. Misalnya ketika seseorang memutuskan untuk resign dari pekerjaan sebelumnya, lalu mencoba mengambil pekerjaan lain yang harus dibangun dari awal lagi. Contoh lain berdasarkan pengalaman saya bekerja sebagai guru anak berkebutuhan khusus, awalnya saya takut untuk mengajarkan tiga anak berkebutuhan khusus sekaligus dengan diagnosis yang berbeda karena saya takut suasana jadi chaos, anak tantrum, proses belajar berantakan, dan materi tidak tersampaikan. Namun ketika saya mencoba dan berhasil, saya jadi mengetahui bahwa saya mampu mengatasi ketiga anak tersebut dan bisa memegang kendali pada proses belajarnya. Mungkin jika saya takut dan tidak mau mencoba, saya tidak pernah tahu kemampuan saya.

Banyak orang yang stuck dalam sebuah pekerjaan karena takut keluar dari zona nyamannya. Zona nyaman itu kelihatannya baik namun sebenarnya berbahaya. Perhatikan gambar di bawah ini. Kodok tidak menyadari bahwa ia sedang direbus dalam sebuah kuali. Kodok mempunyai sifat jika dimasukkan ke dalam air dingin kemudian dipanaskan, suhu tubuh kodok akan mengikuti kenaikan temperatur sehingga ia tidak sadar bahwa ia sedang direbus. Begitupun dengan manusia jika terus menerus berada di zona nyaman. Manusia tidak akan mempersepsikan bahwa berada di zona nyaman itu tidak membahayakan, padahal jika berada terus menerus di dalamnya, manusia tidak akan berkembang.

comfort-zone

Jika Anda sekarang takut untuk mengambil resiko dan takut mengalami pengalaman baru karena Anda takut gagal atau takut karir yang Anda bangun selama ini hancur, sebaiknya Anda hilangkan pikiran tersebut. Keluarlah dari zona nyaman Anda, karena mungkin Anda akan menjadi tahu kemampuan tersembunyi di dalam diri Anda yang sebenarnya.

Sumber:

White, Alasdair. 2008. From Comfort Zone to Performance Management: Understanding development and performance. Diambil dari website http://www.pm-solutions.com/Performance_ManagementApril2008.pdf.

http://en.wikipedia.org/wiki/Boiling_frog

http://ruangpsikologi.com/zona-nyaman/

Manfaat Senyum



Tersenyum adalah suatu tindakan yang paling mudah, paling sederhana, paling murah dan paling menyenangkan di dunia.membuat lebih awet muda dan sehat
Seringkali kita melupakan tindakan ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita merasa sudah terlalu letih oleh kerjaan yang menumpuk, membayar tagihan-tagihan atau kasir toko yang menyebalkan ketika tadi berbelanja.
Para pembaca yang budiman, simaklah berikut ini 5 alasan mengapa anda harus banyak tersenyum :
1. Anda akan mendapatkan lebih banyak kebahagiaan
Cobalah paksakan diri anda untuk tersenyum selama 30 detik mulai dari sekarang. Lakukan pula ketika anda mengalami kemalangan. Dengan membiasakan tersenyum, tidak peduli bagaimana perasaan anda saat itu, di dalam tubuh anda akan terjadi reaksi-reaksi kimia yang dapat membuat anda merasa bahagia.
Cobalah dan rasakan perbedaannya. 
2. Senyuman dapat merubah keadaan anda
Jika anda merasa putus asa, marah atau bosan, sebuah senyuman akan mengubah keadaan emosi anda menjadi lebih positif. Dan sebuah keadaan yang positif tidak hanya membuat hidup anda lebih menyenangkan tetapi juga membuka segala kemungkinan lain dalam pikiran anda. Anda akan melihat dunia dengan cara yang berbeda melalui lensa kebahagiaan. Dari situ anda dapat mulai membangun sederetan tindakan yang positif dan berinterasksi dengan banyak orang setiap harinya.
3. Senyuman dapat mengubah keadaan orang lain
Jika anda berjalan ke dalam sebuah ruangan atau menuju ke sebuah toko dengan senyuman di wajah anda, akan membuat semuanya berbeda. Semua orang akan berbalik tersenyum pada anda. Hal ini akan banyak membantu mencairkan setiap ketegangan atau kekakuan yang ada. Interaksi anda akan lebih terbuka, santai dan penuh dengan kegembiraan.
4. Tersenyum? Apa ruginya?
Ketika memilih antara mengerutkan dahi, ekspresi kosong atau tersenyum, tampaknya pilihan terakhir adalah pilihan yang paling produktif dan positif, bukankah demikian? Seringkali anda lupa untuk tersenyum atau mungkin anda tidak terlalu suka untuk tersenyum. Tapi jika anda berusaha untuk menggunakan senyuman anda sesering mungkin, anda lama-kelamaan akan mempunyai kebiasaan yang baru, kebiasaan yang jauh lebih positif. Jika anda termasuk orang yang selalu memperhitungkan untung rugi untuk segala hal, cobalah pertanyaan ini, ‘apa ruginya anda tersenyum?’ 
5. Lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan yang sebaliknya
“Dibutuhkan tujuh puluh dua otot untuk berkerut, tetapi hanya tigabelas otot untuk tersenyum.”
- Anonim -
Jadi sebetulnya anda menggunakan jauh lebih sedikit otot ketika tersenyum dibandingkan saat anda mengerutkan dahi atau memasang muka marah. Dengan membiasakan diri untuk tersenyum, maka otot tersenyum anda akan menjadi lebih kuat daripada otot untuk mengerutkan dahi anda, sehingga lama kelamaan anda akan lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan hal yang sebaliknya.

sumber : http://www.flexmedia.co.id/5-alasan-mengapa-anda-harus-banyak-tersenyum/

Kakak Beradik Berkurban Kambing Untuk Orang Tuanya


Ada dua kakak-adik perempuan, satu namanya Puteri (usia 13 tahun, SMP), satu lagi namanya Ais (usia 16 tahun, SMA). Mereka tidak beda dengan jutaan remaja lainnya, meski tidak berlebihan, juga ikutan gelombang remaja yang menyukai budaya populer saat ini, seperti lagu2, boyband, film2, dan sebagainya. Kabar baiknya, dua anak ini memiliki pemahaman yang baik, berbeda, dan itu akan menjadi bagian penting dalam cerita ini.
Suatu hari, guru agama di sekolah Puteri menyuruh murid2nya untuk membuat karangan tentang berkurban. Ini jadi muasal cerita, jika murid-murid lain hanya sibuk membaca sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, lantas menulis karangan, Puteri, entah apa pasal, memasukkan cerita hebat itu sungguh2 dalam hatinya. Tercengang. Dia bahkan bertanya pd orang tuanya, di meja makan, apakah keluarga mereka pernah berkurban. Setelah saling tatap sejenak, orang tua mereka menggeleng, tidak pernah. Ayah mereka buruh pabrik, Ibu mereka karyawan honorer, ibarat gentong air, jumlah rezeki yang masuk ke dalam gentong, dengan jumlah yang keluar, kurang lebih sama, jadi mana kepikiran untuk berkorban.

Puteri memikirkan fakta itu semalaman, dia menatap kertas karangannya, bahwa keluarga mereka tidak pernah berkorban, padahal dulu, Nabi Ibrahim taat dan patuh mengorbankan anaknya. Bagaimana mungkin? Tidakkah pernah orang tua mereka terpikirkan untuk berkorban sekali saja di keluarga mereka? Puteri mengajak bicara kakaknya Ais. Dan seperti yang saya bilang sebelumnya, dua anak ini spesial, mereka memiliki pemahaman yang baik, bahkan lebih matang dibanding orang2 dewasa. Maka, mereka bersepakat, mereka akan melakukan sesuatu. 

Uang jajan Puteri sehari 8.000 perak, dikurangi untuk naik angkot, bersisa 4.000 untuk jajan dan keperluan lain. Uang jajan Ais, 10.000 perak, dikurangi untuk naik angkot, bersisa 6.000, juga untuk jajan dan keperluan lain. Mereka bersepakat selama enam bulan ke depan hingga hari raya kurban, akan menyisihkan uang jajan mereka. Puteri memberikan 2.000, Ais memberikan 3.000 per hari. 

Enam bulan berlalu, mereka berhasil mengumpulkan uang 1,1 juta rupiah. Menakjubkan. Sebenarnya dari uang jajan, mereka hanya berhasil menabung 600.000, mereka juga harus mengorbankan banyak kesenangan lain. Membeli buku bacaan misalnya, seingin apapun mereka memiliki novel2 baru, jatah bulanan untuk membeli buku mereka sisihkan, mending pinjam, atau baca gratisan di page/blog, sama saja. Mereka juga memotong besar2an jatah pulsa dari orang tua, itu juga menambah tabungan. Juga uang hadiah ulang tahun dari tante/om/pakde/bude. Alhasil, enam bulan berlalu, dua minggu sebelum hari raya kurban, mereka punya uang 1,1 juta.

Aduh, ternyata, saat mereka mulai nanya2, harga kambing di tempat penjualan2 kambing itu minimal 1,3 juta. Puteri sedih sekali, uang mereka kurang 200rb. Menunduk di depan barisan kambing yang mengembik, dan Mamang penjualnya sibuk melayani orang lain. Tapi kakaknya, Ais, yang tidak kalah semangat, berbisik dia punya ide bagus, menarik tangan adiknya untuk pulang. Mereka survei, cari di internet. Tidak semua harga kambing itu 1,3 juta. Di lembaga amil zakat terpercaya, dengan aliansi bersama peternakan besar, harga kambing lebih murah, persis hanya 1.099.000. Dan itu lebih praktis, tidak perlu dipotong di rumah. Dan tentu saja boleh2 saja nyari harga kambing yang lebih murah sepanjang memenuhi syarat kurban. Senang sekali Puteri dan Ais akhirnya membawa uang tabungan mereka ke counter tebar hewan kurban tsb. Uang lembaran ribuan itu menumpuk, lusuh, kusam, tapi tetap saja uang, bahkan aromanya begitu wangi jika kita bisa mencium ketulusan dua kakak-adik tersebut.

Mereka berdua tidak pernah bercerita ke orang tua soal kurban itu. Mereka sepakat melupakannya, hanya tertawa setelah pulang, saling berpelukan bahagia. Dua bulan kemudian, saat laporan kurban itu dikirim lembaga amil zakat tersebut ke rumah, Ibunya yang menerima, membukanya--kedua anak mereka lagi main ke rumah tetangga, numpang menonton dvd film, Ibunya berlinang air mata, foto2, tempat berkurban, dan plang nama di leher kambing terpampang jelas, nama Ibunya. 

Itu benar, dua kakak-adik itu sengaja menulis nama ibunya. Itu benar, dua kakak-adik itu ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Tapi di atas segalanya, dua kakak-adik itu secara kongkret menunjukkan betapa cintanya mereka terhadap agama ini. Mereka bukan memberikan sisa-sisa untuk berkorban, mereka menyisihkannya dengan niat, selama enam bulan.
Itulah kurban pertama dari keluarga mereka. Sesuatu yang terlihat mustahil, bisa diatasi oleh dua remaja yang masih belia sekali. Besok lusa, jika ada tugas mengarang lagi dari gurunya, Puteri tidak akan pernah kesulitan, karena sejak tahun itu, Ibu dan Ayah mereka meletakkan kaleng di dapur, diberi label besar2: 'Kaleng Kurban' keluarga mereka. 

*Masih lama hari raya kurban, masih lama banget, bahkan lebaran idul fitri saja belum. Tapi itulah poin pentingnya. Jika kita menghabiskan uang 100rb lebih setiap bulan untuk pulsa internetan, dll, maka tidak masuk akal, kita tidak punya uang untuk berkorban. Belum lagi ratusan ribu buat makan di luar, nonton, jutaan rupiah buat beli gagdet, pakaian, dll. Begitu banyak rezeki, nikmat dari Allah, jangan sampai seumur hidup kita tidak pernah berkurban. Beli pulsa itu setelah menabung untuk kurban, bukan sebaliknya berkurban datang dari sisa2 beli pulsa.

**Maka buat yang tidak mampu uangnya, ayo mari menabung sejak sekarang, sisihkan. Buat yang tidak mampu niatnya--padahal uangnya banyak, ayo mari ditabung juga niatnya, dicicil, semoga saat tiba hari raya kurban, niatnya sudah utuh.
Oleh: Darwis

sumber : http://www.islamedia.web.id/2013/08/cerita-seekor-kambing-dan-dua-remaja.html

Metamorfosis perjuangan PKS telah Sempurna


Akhirnya masa-masa yang meneganggkan di tubuh Partai Keadilan sejahtera  telah dilewati.  Berbagai persepsi dan gerakan yang dilancarkan lawan politik  pupus di tengah jalan. Opini tentang yang digulirkan oleh haters PKS tentang wanita-wanita cantik juga tak terbukti.  Ancaman PKS “ditendang” dari koalisi juga sampai saat ini belum berkicau.  Cacian dan makian para haters PKS di media saat ini juga telah usang. Singkat kata lengkaplah sudah perjalanan PKS menuju kemengan.

Mungkin Anda adalah banyak menonton film. Sebuah skenario film yang bagus harus mendesain tantangan dan rintangan yang berat bagi pemeran utama. Biasanya tokoh utama dalam film benar-benar dihantam oleh berbagai polemik. Namun, pada akhir cerita, semuanya akan terharau atas ketabahan dan kesabarannya dalam menjalani metamorfosis perjuangan. Jika manusia saja sehebat itu membuat skenario film, lalu mengapa skenario "Film" Allah dalam projek film kehidupan dengan judul " Metamofosis PKS" tidaklah lebih baik?Pasti jauh lebih baik dari yang manusia bayangkan.Ujian yang bertibi tubi menghantam tubuh PKS adalah adalah bagian dari skenario itu. Semakin tokoh utama menderita, semakin indah perjuangan dan petualangannya. Maka wajar, sebelum luka PKS sembuh, luka baru segera dikirimkan. Meskipun demikian, PKS tak mengeluh. Selalu ada saja jalan bagi PKS menghibur segala sakit yang diderita. Banyak alasan yang membuat mereka tak meneteskan air mata, banyak alasan yang membuat mereka menggerutu ketika sakit. Sebab mereka percaya, tak ada segenggam kemengan yang dibayar dengan kenikmatan. Semuanya harus dibayar dengan tangisan dan air mata.

Dari rentetan perjuangan PKS ini, saya membuatkan mereka secangkir kata pelipur kesedihan. Semoga ini bisa memenuhi dahaga mereka dalam perjalanan politik.
Sudah cukup PKS di caci maki oleh lawan politik !

Sudah cukup PKS di hajar oleh media ! 

Sudah cukup PKS dipermainkan oleh Pemerintah !

Saatnya kepalkan tangandan teriakkan "Lawan dan lawan"

Gimana  kawan PKS, sudah siapkah kalian untuk melengkapi metamorfosis da'wah ini? Sekarang saatnya PKS “melawan” tanpa harus takut pada siapa pun. Tokoh dan amunisi perang telah dipersiapkan. Kuda-kuda petarung telah menunggu untuk kau tunggangi. Apalagi yang membuatmu taku? Kalu bicara kualitas kader sudah mapan. Dari pengamatanm saya, tokoh –tokoh intelektual yang lahir dari “Rahim PKS”  sudah mampu berlari mengejar kejayaan Indonesia. Mereka telah dewasa membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Mereka pun sudah biasa bertarung di berbagai  medan politik. Lalu apalagi yang membuat kalin bisu? Apakah kalian takut dengan lawan? Saatnya kepalkan tangan untuk  melawan dan melawan.

Jangan pernah simpan lagi rasa pesimis. Kalian beradadalam barisan intelektual. Katakanlah Fahri Hamzah si Umar Bin Khattabnya PKS yang siap menjulurkan pedang perlawanan, katakanlah Anis Matta si pewaris cinta Muhammad. Tokoh yang dalam setiap pidato mengoyak perasaan. Katakanlah si  Andi  Rahmat,  Ahli ekonomi  dari  PKS. Sosok politis yang berani mengajak mentri keuangan berdebat masalah ekonomi kenegaraan. Bahkan sri Mulyani saja acungkan Jempol atas kehebatan analisis ekonominya. Katakanlah si Indra, Karateker  UU kenegaraan. Sosok kader yang suka memutilasi setiap pasal. Katakanlah si Salim A Fillah, tokoh yang dikenal di tubuh PKS sebagai kader julukan "si mata pena PKS". Masih banyak lagi ngak usah dipaparkan satu persatu.  Lalu Apa yang membuat lalian duduk nyenyak?  sekarang berdiri dan buatlah satu komitmen dalam diri kader PKS bahwa;


Ketika Bendera perlawanan PKS telah berkibar ! 

Ketika Sirene Megaphone perjuangan telah berbunyi !

Ketika air mata  penderitaan rakyat Indonesia tumpah membanjiri tanah Air ! 

Ketika  ratapan anak negeri telah menggema di setiap sudut kota !


Jumlah kader Partai keadilan Sejahtera memanglah sedikit. Tetapi jumlah kader bukan ukuran untuk meraih kemenangan. Dalam perang perang Ahzab saja, jumlah pasukan lawan 10 ribu, sementara ummat islam hanya ada 700 -an.  Toh sejarah mencatat, islam memukul mundur pasukan lawan. Bahkan konstationpel yangkatanya kokoh, toh akhirnya bertekuk lutut di bawah komando Al fatih. Bahkan hari ini, kondisimu tidaklah lebih buruk dari kondisi perang di zaman Rasul. Para sahabat yang berjuang menahan lapar dengan mengganjal perutnya dengan batu. Dengan harapan,   rasa lapar tidak terasa menyiksa perut mereka. 

Fenomona ini juga  telah dilalui oleh PKS.  Coba anda perhatian, cacian dan makian para haters PKS sudah, konspirasi media dalam upaya “menampar” wajah PKS juga sudah, Ancaman Penguasa juga sudah, bahkan dituduh korupsi pun sudah. Singkatnya, metamorfosis da’wah PKS telah sempurna. 

Lalu apa lagi yang membuat PKS diam?

Bangkitlah....bangunkan negeri ini dari mimpi buruknya. Jangan biarkan negeri ini terninbobokan terlalu lama. Rakyat akan terlena dengan mimpi yang semakin tak pasti. Berikan rakyat harapan yang nyata bukan sekedar mimpi. Yakinlah, suatu saat usahamu akan berharga bagi rakyat Indonesia.

Terakhir sebagai penutup, saya titipkan kata-kata motivasi dari para mahasiswa untuk PKS. Semoga ini bisa menjadi titik kebangkitan PKS di Indonesia.


 “Jatuh terindas, bangkit melawan! Sebab diam adalah sebuah penghiatan”


Salam Cinta 
Idrus Dama Gorontalo
http :// Idrus-dama.blogspot.com 

Cinta Seumpama Lalat


Cinta Seumpama Lalat
(Dalam Edukasi Sastra Cinta)
Oleh: Muhammad el-Rijal


Cinta itu seperti lalat. Pada sayap sebelah adalah racun yang menyebabkan penyakitan. Tapi pada sayap yang sebelah adalah penawarnya. Begitulah cinta. Singgahnya cinta dalam hati tak ubah seperti lalat yang singgah di segelas susu menyegarkan. Jika sebelah sayap mencelupi airnya, akan lumpuhlah kesegaran susu; menjadikannya air yang beracun, menyakitkan dan bahkan bisa binasalah peminumnya. Ada pula racun-racunnya dibagi menjadi beberapa divisi. Pertama, racun yang membuat sakit pada hati; kedua, racun yang membuat sakit pada jiwa. Pada divisi pertama ini, bila cintanya pergi berpaling, sang pencinta akan merasakan kesedihan dan kesakitan yang sangat dalam di dalam hatinya. Hidupnya seakan tidak berpihak kepadanya dan ianya akan terus terkungkung dalam kegalauan; seolah cinta itu serigala pemangsa kehidupan. Pada divisi kedua, cinta diperankan dalam menjangkiti jiwa manusia kepada kematian akal sehat. Racunnya lebih berbahaya daripada racun pertama. Seseorang yang hatinya kosong dari makrifat, akan sangat mudah terjangkitinya. Keganasan racunnya akan memakan saraf-saraf yang menyambung kepada akal hingga ia bisa lupa segala. Ianya kehilangan dirinya bahkan nama Tuhan. Jika sudah demikian, sia-sialah hidupnya; sedang hakikatnya, ia bukan merasakan cinta, tapi nafsu syahwat. Hati dan jiwanya berada dalam sekarat.
Tidak ada kata lain untuk mengobati kedua sakit ini melainkan dicelupkannya sayap cinta yang sebelah; yang merupakan penawar segala sakit asmara. Sang pencinta harus bisa memanfaatkan sisi cinta yang lain untuk membangkitkan ia dari keterpurukan jiwa atas racun sayap lainnya. Masing-masing sakit yang telah hinggap di atas, bisa diobati dengan cara sendiri dalam sistem penawarnya tergantung racun mana yang menjangkitinya itu. Pada sang pencinta yang mengalami patah hati karena ditinggal sang pujaan. Maka obatilah ia dengan sayap cinta yang sebelah. Karena sejatinya, sayap cinta tidak pernah patah. Cinta masih bisa terbang tinggi meski akan terengah-engah. Bila sudah menemu nama kekasih, ia akan kembali pulih sempurna; melupakan sakit yang lama, lalu kembali hidup dalam taman-taman yang kasmaran.
Perlu pula diketahui: mereka yang mengalami kesesatan cinta. Hati yang buta tidak bisa mengetahui siapa yang dia cinta dan akan dibawa kemana cintanya pergi. Ia dibuat seperti sapi dicocok hidungnya oleh serigala bermata purnama; yang menjelma penggembala jelita. Sungguh hati berbeda dengan indera dan organ-organ tubuh lainnya. Jika tubuh adalah rakyat jelata, maka hati adalah raja: pusat pengendali keputusan. Hati yang buta, tiada berguna mata dan telinga. Siapa pun dan apapun yang orang lain nasihatkan, tidak akan berpengaruh pada proses pengambilan keputusan oleh hati. Meski orang berdiri di muka, pun berteriak lekat di telinga bahwa satu langkah lagi dia akan masuk ke lubang, dia tidak akan pedulikan itu. Ianya mengira orang-orang yang mengingatinya itu hanyalah orang-orang bodoh yang iri atas cintanya. Hati yang buta itu disebabkan oleh tidak adanya makrifat. Maka cara mengobatinya tidak lain hanyalah doa. Kita bisa mencegah di awal dengan mengenalkannya pada hakikat sebelum jiwanya terluka; sebelum ianya terlanjur jatuh kepada hati yang salah. Ya, mengenalkannya pada hakikat akan segala hal mengenai cinta, alur mencinta dan siapa pemilik cinta sebenarnya. Sebab hati yang lemah dan jauh dari makrifat, adalah sasaran dari panah-panah setan yang menampakkan indah bunga-bunga kebinasaan.

Manfaat Ikut Organisasi


Di setiap sekolah biasanya terdapat ekstrakurikuler, yaitu organisasi-organisasi yang mewadahi kegiatan para siswa. Penting gak sih keberadaan organisasi-organisasi itu, mengingat aktifitas belajar kita saja sudah terasa melelahkan?

Organisasi eksrtrakurikuler ini tentu saja ada manfaatnya. Kalau mubazir, mungkin sekolah sudah menutup kegiatan-kegiatan itu. Mana lagi sekolah sering dimintai dana kalau ada kegiatan. Salah satu manfaat eksrtrakurikuler adalah wadah kita berlatih berorganisasi. Berorganisasi itu perlu lho...

Sebut saja namanya Andi, lulus kuliah dengan nilai yang membanggakan. Dengan nilai itu, ia mudah diterima kerja. Tapi masalah mulai muncul. Andi agak gagap dengan struktur organisasi perusahaan. Andi juga tidak terbiasa dengan perdebatan di rapat-rapat kerja. Maklum, selama kuliah dan sekolah, Andi tidak pernah mengikuti organisasi apa pun.

Lain lagi ceritanya dengan Heri. Nilainya memang biasa saja. Mungkin Heri bukan profile yang bagus untuk menggambarkan seorang mahasiswa yang punya kemampuan membagi waktu antara belajar dengan berorganisasi. Ya, Heri seorang organisatoris di kampusnya. Tapi, pengalaman organisasinya membawa manfaat. Saat wawancara kerja, ia sudah terbiasa mengungkapkan pikiran dan pendapatnya secara verbal di depan umum. Wawancara berjalan lancar dan mengesankan. Di dunia kerja, ia tidak canggung menghadapi struktur organisasi dan rapat-rapat kerja. Dan saat ia diangkat menjadi supervisor, ia mampu memimpin bawahannya dengan baik.

Ilustrasi di atas memang tidak mewakili seluruh orang yang pernah berorganisasi atau pun tidak. Ada juga orang yang tetap luwes walau pun tidak ikut organisasi di sekolah/kuliahnya. Ada juga orang yang masih canggungan walau punya pengalaman berorganisasi. Tapi ilustrasi di atas bisa menjelaskan bagaimana manfaat berorganisasi.

Nah, apa saja manfaat dari berorganisasi?

1. Menyalurkan Minat dan Bakat

Kalau kamu hobi olahraga, tidak ada salahnya kamu ikut organisasi keolahragaan. Juga kalau kamu suka dan bercita-cita menjadi peneliti, kamu bisa coba masuk Kelompok Ilmiah Remaja. Kalau kamu suka dengan dunia kerelawanan, kamu bisa ikut Palang Merah Remaja. Atau kalau kamu suka dengan alam bebas, kamu bisa ikut organisasi pecinta alam. Semua organisasi ini mewadahi minat dan bakat kamu. Tentu saja minat dan bakat yang ditampung adalah minat dan bakat yang positif. Ayo, coba gali, adakah minat dan bakat kamu yang sesuai dengan organisasi eksrtrakurikuler di sekolah?

Dan jangan lupa, setiap orang punya bakat masuk menjadi orang yang baik. Setiap orang punya minat untuk masuk surga. Rohani Islam siap menampung minat dan bakat kamu itu. Apa pun organisasi yang kamu ikuti di sekolah, pastikan kamu juga ikut Rohis. ;)

2. Ajang Bersosialisasi

Gaul bukan berarti kamu suka jalan-jalan ke mal, cafe, atau tempat nongkrong lain (termasuk wc). Kamu aktif di organisasi, bertemu dengan teman-teman se-ide dan se-perjuangan, suka berkumpul dengan mereka mencurahkan gagasan-gagasan yang hebat, maka kamu adalah anak gaul yang sejati.

Karena manusia itu makhluk sosial, maka kita membutuhkan manusia yang lain. Di organisasi lah kita bisa menemukan manusia yang "kita butuhkan". Mungkin manusia itu adalah orang yang bisa menjadi teladan kita, mungkin manusia itu adalah tempat curhat kita, atau manusia itu tempat kita meminjam uang. Apa pun kebutuhan itu, kita butuh manusia lain.

Alangkah indahnya kalau kawan-kawan tempat kita bersosialisasi adalah orang-orang yang sholeh atau orang-orang yang punya semangat menimba ilmu keislaman, seperti di Rohis. “Seseorang dapat dinilai dari kadar agama temannya, oleh karena itu hendaknya salah satu dari kalian meneliti dahulu siapa yang akan ia jadikan teman.” (HR. al Hakim)

3. Belajar Menjadi Pemimpin, Bekerjasama, dan Tanggung Jawab

Dalam organisasi, ada pembagian tugas. Tugas itu bisa sebagai pemimpin, atau sebagai bawahan. Bila kita ditunjuk menjadi pemimpin - entah itu ketua umum atau ketua departemen, kita akan mendapat pengalaman belajar memimpin yang sangat berharga dalam organisasi eksrtrakurikuler. Kita belajar mengatur manusia yang punya watak berbeda-beda. Memadukan mereka dengan berbagai wataknya untuk mencapai tujuan. Sebuah seni tersendiri. Bila kita sebagai bawahan, maka kita bisa belajar patuh dan menunaikan tugas dengan benar. Apa pun posisi kita, kita belajar bertanggung jawab atas peran yang telah ditentukan untuk kita.

Organisasi tentu membutuhkan kerjasama yang kompak. Kita belajar bagaimana bekerjasama, mencurahkan ide, dan menjalankan keputusan musyawarah dalam organisasi. Bila kita selama ini hanya mengenal kerjasama pada saat ujian, cobalah belajar kerjasama yang baik dalam organisasi.

4. Merangsang Kreatifitas.

Tiap organisasi punya tujuan. Untuk mencapai tujuan, dibutuhkan kreatifitas dari para anggotanya. Selain itu, tugas yang diberikan pada kita pun butuh kreatifitas untuk menuntaskannya. Dalam organisasi lah kita belajar kreatifitas yang benar, bukan kreatifitas buruk seperti melakukan manuver mencontek yang jitu saat ujian.

5. Belajar Memiliki Visi, Misi, dan Perencanaan.

Visi Misi? Apakah kita akan menjadi caleg? Yah... masa depan orang hanya Allah swt yang tahu. Tapi visi misi itu bukan cuma janji gombal para caleg. Setiap orang perlu memiliki visi misi dan perencanaan dalam hidupnya. Pernah membaca novel Ayat-Ayat Cinta? Di situ diceritakan bahwa sang tokoh, Fahri, memiliki perencanaan yang matang dalam hidup dan perencanaan itu dipetakan dengan apik dan ditempel di dinding kamarnya. Coba lah memiliki perencanaan dalam hidup, siapa tahu bisa bertemu gadis kaya orang Jerman di KRL Jabotabek.

Saat organisasi akan melakukan penggantian pengurus, biasanya calon ketua akan ditanya apa visi misinya. Penting untuk mengetahui visi misi sang calon, karena dari situ akan diketahui kemana organisasi akan di bawa bila calon itu terpilih. Selain itu juga bisa mengukur kecerdasan si calon.

Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Misi adalah langkah-langkah untuk mencapai visi.

Begitu lah manfaat positif dari berorganisasi. Ada berbagai manfaat lain yang akan pembaca rasakan sendiri.

 
Support : Cermat Media | Abu Izzan
Copyright © 2013. Blog Nurdin - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger